Sabtu, 08 Desember 2012

Na Keiyoushi Bun


Kali ini kita akan bahas tentang pola kalimat yang berpredikat kata sifat -na atau na-keiyoushi-bun. -na keiyoushi adalah kata sifat yang berakhiran huruf / bunyi -na (). Tetapi jika kata sifat ini digunakan sebagai predikat suatu kalimat, maka akhiran na tidak digunakan lagi, melainkan langsung diikuti dengan desu. Dengan demikian jika kita kita akan mengubahnya ke dalam bentuk negatif atau bentuk lampau kita tinggal mengubah desu ke dalam bentuk yang dimaksud. Oleh karena itu, pola kalimat dalam na-keiyoushi-bun pada dasarnya sama dengan pola-pola kalimat yang digunakan meishi-bun.

1.      Kalimat Positif

S K.Sifatです
S wa K.Sifat desu

Ini digunakan untuk menyatakan sesuatu keadaan yang sedang atau biasa terjadi. Contoh:

あの人元気です
Ano hito wa genki desu (orang itu sehat)

ニダさん親切です
Nida san wa shinsetsu desu (Nn. Nida ramah)

2.      Kalimat Negatif

S K.Sifatじゃ/でわありません
S wa K.Sifat jya/dewa arimasen

Bentuk menyangkal dari kalimat yang berpredikat kata sifat -na adalah dengan cara mengubah desu menjadi jya/dewa arimasen. Contoh:

川の水きれいじゃありません
Kawa no mizu wa kirei jya arimasen (air sungai tidak bersih)

3.      Kalimat Lampau Positif

S K.Sifatでした
S wa K.Sifat deshita

Untuk kalimat lampau desu berubah menjadi deshita, ini digunakan untuk menyatakan suatu keadaan pada waktu yang telah lalu. Contoh:
きのう、彼元気でした
Kinoo, kare wa genki deshita (kemarin, ia sehat)

4.      Kalimat Lampau Negatif

SK.Sifatじゃありませんでした
S wa K.Sifat jya arimasen deshita

Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan kalimat bentuk negatif lampau dari kalimat yang berpredikat kata sifat -na. contoh:

きのうも、あの人元気じゃありませんでした
Kinoo mo, ano hito wa genki jya arimasen deshita (kemarin juga, ia tidak sehat)

5.      Penggunaan kata bantu de

, K.Sifat1 , K.Sifat2 です
S wa K.Sifat1 de, K.Sifat2 desu

2 kalimat yang berpredikat kata sifat na atau lebih bisa digabungkan menjadi satu kalimat, dengan cara mengubah desu menjadi de sebagai penghubung kalimat tersebut. Sedangkan desu yang terakhir tetap tidak berubah. Contoh:

バンヅンきれい、にぎやかです
Bandung wa kirei de, nigiyaka desu (bandung bersih dan ramai)


6.      Kalimat Menyatakan Dugaan

S K.Sifatでしょう
S wa K.Sifat deshou

Untuk menyatakan dugaan/kemungkinan terhadap hal-hal yang akan terjadi atau sesuatu yang tidak pasti kita ketahui, dengan cara mengubah desu menjadi deshoo. Contoh:

今元気でしょう
Kare wa ima genki deshou (dia sekarang mungkin sehat)

7.      K.Sifat -na + K.Benda

Kata sifat berakhiran -na bisa langsung diikuti oleh kata benda jika digunakan untuk menerangkan kara benda tersebut. Disini akhiran -na harus dipakai, dan perlu diingat bahwa hukum MD (menerangkan-diterangkan) berlaku pula untuk kata sifat -na + kata benda ini. Contoh:

ニダさんは親切な人です
Nida san wa shinsetsuna hito desu (nn. Nida (adalah) orang yang ramah)

これは複雑な問題です
Kore wa fukuzatsuna mondai desu (ini adalah masalah yang rumit)

8.      Penggunaan kata bantu ga

S K.Sifatです
S waga K.Sifat desu

Pola kalimat diatas digunakan untuk menyatakan bahwa subjek mempunyai sifat tertentu dalam sesuatu hal. Pada pola kalimat diatas, pertama subjek diikuti kata bantu wa, kemudian sesuatu hal yang dimiliki oleh subjek tersebut diikuti oleh kata bantu ga, dan yang terakhir diikuti oleh kata sifat na. contoh:

日本の歌好きです
Watashi wa nihon no uta ga suki desu (saya suka lagu-lagu jepang)

Catatan:
Perlu diperhatikan ada beberapa kata yang berakhiran () -i digolongkan kedalam kata sifat -na, sebenarnya jika ditulis dengan huruf kanji, akhiran -i tersebut tidak Nampak lagi, misalnya:
元気                       genki              sehat
綺麗                       kirei                cantik/bersih
得意                       tokui               mahir