Sabtu, 01 Desember 2012

I Keiyoushi Bun

I keiyoushi adalah kata sifat yang berakhiran bunyi/huruf ‘-i’ (い). Akhiran ‘-i’ inilah yang akan mengalami perubahan bentuk, seperti ke dalam bentuk menyangkal, bentuk lampau dan sebagainya. Misalnya, untuk kata samu-i (dingin) bisa berubah kedalam berbagai bentuk seperti berikut :
寒い samu-i bentuk positif sekarang
寒くない samu-kunai bentuk negatif sekarang
寒かった samu-katta bentuk positif lampau
寒くなかった samu-kunakatta bentuk negatif lampau
寒くて samu-kute bentuk sambung
Kata sifat ini bisa digunakan sebagai predikat kalimat yang berpola “… wa … desu”. Kopula desu bila mengikuti kata sifat -i, tidak akan mengalami perubahan bentuk, karena yang mengalami perubahan adalah kata sifatnya sendiri seperti yang telah disinggung diatas. Disini desu digunakan hanya sebagai penghalus kalimat saja, karena tanpa desu pun kalimat yang berpredikat kata sifat -i sudah sempurna.

1.      Kalimat Positif
Subjek  K.Sifat いです 
Subjek wa K.Sifat -i desu
Ini adalah pola kalimat positif dari kalimat yang menggunakan kata sifat -i sebagai predikatnya. Kita tinggal memasukan subjek kemudian diikuti oleh kata bantu wa, lalu kata sifat -i dan kemudian diikuti oleh desu. Contoh:
今日は寒いです
Kyou wa samui desu (hari ini dingin)
インドネシアは広いです
Indoneshia wa hiroi desu (Indonesia luas)

2.      Kalimat Negatif
Subjek  K.Sifat くないです 
Subjek wa K.Sifat -kunai desu
Untuk mengubah kata sifat -i dari bentuk positif ke bentuk negatif, dilakukan dengan menambah akhiran -i menjadi -kunai. Kemudian jika dimasukan ke dalam pola kalimat “… wa … desu”, maka kalimat tersebut merupakan suatu kalimat negatif. Contoh:
今日は寒くないです
Kyou wa samu-kunai desu (hari ini tidak dingin)
インドネシアは広くないです
Indoneshia wa hiro-kunai desu (Indonesia tidak luas)

3.      Kalimat Positif Lampau
Subjek   K.Sifat  かったです
Subjek wa K.Sifat -katta desu
Untuk membuat bentuk positif lampau dari kata sifat -i yaitu dengan cara mengubah akhiran –i menjadi -katta. Sedangkan pola kalimat lampaunya tetap menggunakan pola “… wa … desu”. Contoh:
きのうは寒かったです
Kinoo wa samu-katta desu (kemarin dingin)
去年の新入生は多かったです
Kyonen no shin-nyuusei wa oo-katta desu (Mahasiswa baru tahun lalu banyak)

4.      Kalimat Negatif Lampau
Subjek   K.Sifat  くなかったです
Subjek wa K.Sifat -kunakatta desu
Bentuk negatif lampau dari kata sifat -i dibuat dengan cara mengubah akhiran -i menjadi -kunakatta, atau akhiran -i pada keiyoushi bentuk negative yaitu bentuk -kunai diganti dengan -katta. Kemudian kita bias masukan ke dalam pola kalimat “… wa … desu”.Contoh:
きのうは寒くなかったです
Kinoo wa samu-kunakatta desu (kemarin tidak  dingin)
二年前の新入生は多くなかったです
Ninen mae no shin-nyuusei wa oo-kunakatta desu (mahasiswa baru 2 tahun yang lalu tidak banyak)

5.      Penggabungan kalimat
Subjek   K.Sifat1 くて, K.Sifat2  いです
Subjek wa K.Sifat1 -kute, K.Sifat2 -i desu
2 buah kalimat atau lebih yang berpredikat kata sifat dapat digabungkan menjadi satu kalimat majemuk dengan cara mengubah akhiran -i menjadi -kute sebagai bentuk sambungnya. Contoh:
この鉛筆は安いです。この鉛筆は長いです。
この鉛筆は安くて、長いです。
Kono enpitsu wa yasu-i desu. Kono enpitsu wa nagai desu.
Kono enpitsu wa yasu-kute, nagai desu.
(pensil ini murah. Pensil ini bagus)
(pensil ini murah dan bagus)

6.      Kalimat Dugaan
Subjek   K.Sifat /くないでしょう
Subjek wa K.Sifat -i/-kunai deshoo
Untuk menyatakan dugaan terhadap kejadian pada waktu yang akan datang bisa gunakan pola kalimat “…wa…deshoo”, lalu masukan bentuk kata sifat apakah bentuk positif atau negatif. Contoh:
(+) あしたはたぶん厚いでしょう
(+) Ashita wa tabun atsui deshoo (besok mungkin panas)
(-) あさってはたぶん暑くないでしょう
(-) Asatte wa tabun atsukunai deshoo (lusa mungkin tidak panas)

7.      …  + kata benda
Kata sifat -i dalam bentuk yang utuh bisa digabungkan langsung dengan kata benda untuk menerangkan kata benda yang mengikutinya. Seperti pada “A no B = BA” yang menggunakan hukum MD (menerangkan-diterangkan). Pada kata sifat -i yang menerangkan kata benda juga berlaku hukum MD tersebut. Contoh:
この白いくつはだれのですか
Kono shiroi kutsu wa dare desu ka (sepatu putih ini punya siapa?)
さくらさんはいい人です
Sakura san wa ii hito desu (nn. Sakura adalah orang baik)

8.      Penggunaan kata bantu ga
S   …  K.Sifat  いです
S wa ga K.Sifat -i desu
Pola kalimat diatas digunakan untuk menyatakan bahwa subjek mempunyai sifat tertentu dalam sesuatu hal. Jadi pola kalimat diatas, pertama subjek (pokok kalimat) diikuti kata bantu wa, kemudian sesuatu hal yang dimiliki oleh subjek tersebut diikuti oleh kata bantu ga, dan terakhir diikuti oleh kata sifat -i sebagai karakternya. Contoh:
兎は耳が長いです
Usagi wa mimi ga nagai desu (kelinci telinganya panjang)
このコンピューターは調子がいいです
Kono konpyuutaa wa chooshi ga ii desu (komputer ini kondisinya bagus)
Pola kalimat ini sebenarnya bisa juga digunakan untuk predikat kata sifat na atau kata kerja tertentu.
Catatan:
Untuk kata sifat いい (ii = bagus) jika akan diubah ke bentuk negatif, lampau dan sebagainya, harus diganti dulu dengan kata よい (yo-i) dengan tidak mengubah arti. Misalnya:
  • この映画はいいです
  • Kono eiga wa ii desu (film ini bagus)
  • この映画はよくないです
  • Kono eiga wa yo-kunai desu (film ini bagus)
  • この映画はよかったです
  • Kono eiga wa yo-katta desu (film ini bagus)
  • この映画はよくなかったです
  • Kono eiga wa yo-kunakatta desu (film ini tidak bagus)